$type=slider$rm=0$sn=0$count=5$va=0$cat=0$mt=0$show=home

Penerapan Audit Syariah Bagi Perekonomian Islam

Dalam dekade terakhir menunjukkan lebih dari 20% pertumbuhan industri keuangan syari’ah. Industri keuangan syari’ah bukan lagi berbicara tentang isu lokal  tetapi telah menjadi trend global. Point isu tersebut adalah perkembangan Lembaga Keuangan Syari’ah (LKS) di berbagai negara muslim. Perbincangan hasil riset yang dilakukan oleh Islamic Research and Training Institute (IRTI) bersama The General Council for Islamic Banks and Financial Institutions (Cibafi) mengulas tentang perkembangan industri keuangan syariah.

Pada 11 Maret 2016, IRTI menyajikan laporan kondisi dan prospek keuangan syari’ah dimana Indonesia berada pada peringkat ke tujuh setelah negara Tunisia, Turki, Arab Saudi, Malaysia, Oman, Sudan (World & IDBG, 2016). Aspek peningkatan lembaga keuangan syari’ah pun dapat dilihat dari segi keuangan yakni semakin tingginya total aset dan jumlah pembiayaan, maupun dilihat dari aspek lain seperti bertambahnya jumlah unit LKS.

Data OJK menunjukkan bahwa peningkatan jumlah aset, pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syari’ah masing-masing sebesar 0,05%, 2,05%,dan 2,45% menjadi Rp Rp 297,9 triliun, Rp217,9 triliun dan Rp238,4 triliun. Belum lagi selama triwulan ke-II tahun 2016, Aset IKNB Syari’ah mengalami kenaikan sebesar 9,27% (OJK, 2016), jumlah unit KJKS mengalami kenaikan sebesar 41% pada tahun 2015 yakni 4.668 unit KJKS dengan total aset 5,97 triliun (KKUKM, 2015). Lalu, sejauh mana keuangan syari’ah menyentuh potensi daerah?

Konsen keuangan syari’ah beriringan dengan perkembangan setiap daerah yang memiliki potensi yang besar. Menurut Chaerani Nisa (2016) dari 33 provinsi, pertumbuhan rata-rata kredit didominasi oleh Kalimantan Timur setelah Banten, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kepulauan Riau. Berdasarkan data (OJK, Juni 2015) total aset, pembiayaan, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Umum Syariah/Unit Usaha Syari’ah lingkup Provinsi Kalimantan Timur adalah 5.629 M, 4.077 M, dan 3,909 M. Pada lingkup Kabupaten/Kota, pembiayaan terbesar didominasi oleh Balikpapan dan Bontang memiliki pembiayaan yang rendah.

Perkembangan sektor koperasi juga meningkat di setiap daerah. Tahun 2015, di Mercure Convention Centre Ancol Jakarta, Kota Bontang menjadi satu dari delapan kota yang menerima Pataka Penggerak Koperasi Tahun 2015 dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah karena memiliki koperasi aktif. 87,16 persen diatas target nasional (Antara & Kaltim, 2015). Tahun ini, jumlah koperasi di Bontang sebanyak 116 unit koperasi aktif disertai RAT (BPS, 2016).

Bank Syari’ah, Koperasi Syari’ah seperti KJKS Mitra Amanah (Meraih 3 triliun di tahun 2013), BMT Halal, banyak lagi pegadaian dan asuransi syari’ah berkembang di Kota TAMAN ini, hingga menjadi indikator yang layak dipandang sebagai potensi di bidang Ekonomi Syari’ah. Didukung lagi Index Pembangunan Manusia (IPM) usia produktif yang tinggi dan mayoritas masyarakatnya beragama islam, maka tidak diragukan lagi bahwa LKS pun mampu tumbuh & berkembang.

LKS berkembang maka kepercayaan stakeholders dan masyarakat perlu dibangun, caranya memastikan akuntabilitas dan integritas tata kelola sesuai dengan aspek syari’ah yang menjadi label LKS maka dibutuhkan fungsi audit baru (audit syari’ah). (Mardiyah & Mardian, 2015)

Apa itu Audit Syari’ah?

Audit Syari’ah adalah proses pencegahan, perbaikan dan saling melengkapi kontrol, review dan analisis semua kegiatan, produk, kontrak dan transaksi LKS mulai dari penggabungan LKS dan seterusnya untuk memastikan kepatuhan syari’ah untuk tujuan menghasilkan keuntungan yang sah (halal) dan meningkatkan kinerja para LKS. (Garas & Pierce, 2010)

Mengapa perlu Audit Syari’ah?  Bukankah ada Audit Umum?

Isu terkini atas praktik baru yang berbau syari’ah hanya dapat memberikan trust dengan adanya audit syari’ah. Kebutuhan baru untuk fungsi audit, audit syari’ah adalah pemenuhan Prinsip Syari’ah / Sharia Compliance. Why? Label SYARI’AH memiliki konsekuensi sehingga LKS baik bank atau non bank harus mengacu pada ketentuan syari’ah.

Ketetapan syari'ah berbunyi : “setiap kegiatan atau bisnis yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syari’ah maka harus memenuhi fungsi Sharia Compliance”. Namun secara esensial, pengawasan syari’ah menempati posisi penting dalam SCG (Shariah Corporate Governance). Dimana terdapat lima sumber yang akan membangun tujuan yang kompleks dan relevan dengan harapan masyarakat. Lima sumber ini yaitu: agama, sosial, ekonomi, hukum, dan tata kelola. Oleh karenanya, audit umum kurang sesuai dalam hal ketidak-lengkapan secara kompleks yang sejalan dengan tujuan Lembaga Keuangan Syari’ah.

Kasus Praktik Audit di Lembaga Keuangan Syari’ah

Studi kasus pada Bank Syari’ah di Malaysia dimana secara asidental internal auditor Bank Syari’ah menemukan bahwa Bank Syari’ah yang merupakan cabang dari bank konvensional telah melakukan pembiayaan kepada sebuah rumah sakit namun ternyata terjadi transaksi non-shariah compliance pada rumah sakit tersebut. Sementara pembiayaan itu sudah berlangsung selama empat tahun dan selama empat tahun rumah sakit tersebut membayar margin tiap bulan kepada bank Syari’ah artinya karena pengelolaannya rumah sakit tersebut tidak shariah compliance maka secara tidak langsung bank mendapatkan margin dari penghasilan non-halal dari rumah sakit tersebut sehingga penghasilan Bank Syariah tersebut bercampur dengan pendapatan halal dan non-halal. (Kompasiana, 2016)

Key Player atau Pemain Kunci dalam Audit Syari'ah? Lalu Perannya?

Model untuk pengawasan syari’ah di berbagai negara berbeda. Untuk Negara GCC (Gulf Cooperation Council) seperti Bahrain, UAE, dan lainnya menggunakan model tingkat makro dan mikro. Tingkat makro pengawasan syari’ah dilakukan di dalam dan luar Bank Sentral, sedangkan tingkat mikro DPS wajib berada di Bank Syari’ah dan tidak berlaku untuk lembaga keuangan non-bank lainnya. (Garas & Pierce, 2010)

Di Indonesia, semua lembaga keuangan syari’ah wajib memiliki Dewan Pengawas Syari’ah (DPS).

Menurut Hanifah (2010), Peran kunci pengawasan syari’ah dilakukan oleh :
-       DPS dan Internal Auditor yang memiliki peran merumuskan kebijakan dan pedoman yang harus di ikuti oleh manajemen kegiatan, produk, melakukan shariah review dan tidak bertentangan dengan prinsip syari’ah hal ini di dukung oleh peran auditor internal.
-       Auditor Eksternal yang berperan melakukan shariah compliance test dan pemberian opini sesuai tools standar penilaian berupa fatwa, AAOIFI dan standar berlaku dalam negeri. (Mardiyah & Mardian, 2015)

Setelah membaca paparan pembahasan, pertumbuhan Lembaga Keuangan Syari’ah (LKS) di daerah khususnya Kota Bontang sangat layak dipertimbangkan. Langkah dini yang mungkin dilakukan adalah memperluas wawasan dan meyakinkan masyarakat tentang perlunya keuangan syari’ah, dengan cara memperbanyak tulisan di media cetak, media online, dan seminar / workshop tentang lingkup ekonomi syari’ah sehingga terbentuk paradigma positif ditengah masyarakat.


Dalam jangka panjang, Pemerintah daerah dapat menambahkan kurikulum tentang ekonomi syari’ah serta KONVERSI koperasi yang memiliki kualitas tinggi menjadi Koperasi Syari’ah. Namun sekali lagi, harus beriringan dengan adanya pengawasan syari’ah (Audit Syari’ah). Fenomena audit syari’ah mutlak harus di aplikasikan ketika semakin berkembangnya lembaga keuangan berbasis syari’ah yang membutuhkan dukungan pengawasan andal.

Penulis: Riani  Mahasiswi - 
Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI (Syari’ah Economic Banking Institute)
Asal Bontang Kalimantan Timur

COMMENTS

Nama

AHMAD HUSAIN,1,AZWAR ASWIN,1,BERITA,3,FARID WADJDY,2,GALERY,7,JASTIS ARIMBA,1,KABAR KPMKT,4,KEGIATAN KPMKT,4,KPMKT,5,NURHALIMA,1,OPINI,4,SULTHAN,1,SURYA DARMA,1,
ltr
item
KPMKT CABANG JAKARTA: Penerapan Audit Syariah Bagi Perekonomian Islam
Penerapan Audit Syariah Bagi Perekonomian Islam
https://4.bp.blogspot.com/-RasmcOYwj4c/WEsFGEplNAI/AAAAAAAABBc/26FoZwfTrRY3WTkuPcYyddSzh3a0E9KIACLcB/s320/riani.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-RasmcOYwj4c/WEsFGEplNAI/AAAAAAAABBc/26FoZwfTrRY3WTkuPcYyddSzh3a0E9KIACLcB/s72-c/riani.jpg
KPMKT CABANG JAKARTA
http://www.kpmktjakarta.or.id/2016/10/penerapan-audit-syariah-bagi.html
http://www.kpmktjakarta.or.id/
http://www.kpmktjakarta.or.id/
http://www.kpmktjakarta.or.id/2016/10/penerapan-audit-syariah-bagi.html
true
5094844662296713336
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy